Alasan menulis ini di blog karena kemarin pas ketemu dengan dosen pembimbing di tanya apa alasan membuat topik TA ini? Maka dari itu di sini saya ingin menulis tentang latar belakang topik TA saya.
Bila
dilihat dari segi perencanaan, pengelolaan, dan implementasi membutuhkan biaya
yang mahal untuk menerapkan SI/TI sehingga perlu dilakukan perencanaan dan
studi yang matang. Perencanaan strategis sistem informasi dan teknologi
informasi yang tepat dapat mendukung rencana dan pengembangan bisnis perusahaan
sehingga dapat memberikan competitive advantage dalam persaingan bisnis.
Penerapan strategi SI/TI akan bermanfaat apabila selaras dengan
strategi bisnis perusahaan yaitu sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan (Pratama, dkk, 2013). Ada tiga sasaran utama dari upaya penerapan SI/TI dalam suatu organisasi.
Pertama, memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan otomasi berbagai proses yang
mengelola informasi. Kedua, meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan
kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan. Ketiga,
memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan
kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis (Ward and Peppard, 2002 dalam Wedhasmara,
2009 : p14).
Karena perusahaan peneliti ini merupakan
perusahaan yang berorientasi pada laba, sehingga untuk dapat meraih laba semaksimal
mungkin diperlukan pencapaian biaya produksi seminimal mungkin. Untuk itu,
dibutuhkan perencanaan strategis serta prediksi-prediksi ke depannya agar perusahaan
dapat meraih laba dan tujuan yang diinginkan, serta dapat bersaing secara sehat
dengan perusahaan suplai bahan makanan lainnnya. Dan mengingat saat ini
merupakan era globalisasi, di mana terjadi persaingan pasar besar dengan
diiringi kemajuan teknologi yang berkembang cukup pesat.
Dari sebagian alasan di atas maka saya ingin membuat penulisan TA tentang perencanaan strategis SI/TI.
Dina dan Catatan Tugas Akhir
Wednesday, October 14, 2015
Tuesday, October 6, 2015
Analisis - analisis
Beberapa
teknik/metode analisis yang digunakan dalam perencanaan strategis sistem informasi
dan teknologi informasi, mencakup analisis
SWOT, analisis Value Chain, dan McFarlan’s Strategic Grid. Analisis ini
dilakukan untuk membuat model Perencanaan Strategis Sistem Informasi yang
sesuai bagi perusahaan khususnya unit bisnis distribusi. yang akan memberikan
gambaran kepada perusahaan mengenai sistem atau aplikasi yang sedang
berjalan sekarang, langkah-langkah dan prioritas pengembangan sistem
informasi untuk mendukung strategi bisnis, dan rencana implementasi strategi
sistem informasi termasuk didalamnya adalah portofolio aplikasi yang berfungsi untuk mengetahui kebutuhan teknologi perusahaan.
Analisis - analisisnya :
1. Analisis SWOT
menentuka setiap kekuatan (Strength), kelemahan
(weaknesses), peluang (opportunities,) ancaman (threast) pada perusahaandengan cara menganalisis perusahaan baik dengan cara pengamatan yang bersifat objektif maupun dengan kuisioner yang bersifat subjektif. Karena kadang apa yang dipandang sebagai kekuatan oleh manager lain memungkinkan menjadi sebuah pandangan kelemahan pada manager lainnya.
2. Analisis Value Chain
Merupakan alat analisa statistik yang digunakan untuk
memahami secara lebih baik terhadap keunggulan kompetitif, untuk
mengidentifikasi dimana value pelanggan dapat tingkatkan / penurunan
biaya dan untuk memahami secara lebih baik hubungan perusahaan dengan
pemasok. Pelanggan dan perusahaan lain dalam industri. Analisa value chain berfokus pada total chain dan satu
produk, mulai dari design produk sampai dengan pemanufakturan produk
bahkan jasa setelah penjualan. Konsep-konsep yang mendasari analisys tersebut adalah
bahwa perusahaan menempati bagian tertentu / beberapa bagian dan
keseluruhan value chain. Aktivitas nilai (value) aktivitas yang hanus dilakukan
dalam proses perolehan bahan dan mengubahnya menjadi produk akhir,
termasuk pelayanan kepada pelanggan. Pengembangan value chain, berbeda-beda tergantung path
jenis industri, contohnya dalam perusahaan Industri fokusnya terletak
lebih pada operasi & advertensi serta promosi dibandingkan pada
bahan mentah & proses pembuatan. Misalnya : Value chain pada industri pemanufakturan
Analisa value chain mempunyai 3 tahapan:
Tahap I : Mengidentifikasi aktivitas value chain
Tahap H : Mengidentifikasi cost driver pada setiap aktivitas nilai
Tahap HI : Mengembangkan keunggulan kompetitif dengan mengurangi biaya I menambah nilai. Pada tahap mi perusahaan barus melakukan hal-hal berikut :– mengidentiflkasi keunggulan kompetitif (cost leadership)
– mengidéntifikasi peluang akan nilai tambah
– mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya.
Value chain untuk industri pembuat computer
| Langkah dim value chain | aktivitas |
output yg diharapkan dan aktivitas
|
| Langkah 1: desain | Riset dan pengembangan | desain produk yang lengkap |
| Langkah 2 : memperoleh Bahan mentah | penambangan, pengembangan dan penyulingan | silicon, plastic. berbagai logam |
Langkah 3: merakit bahan Menjadi komponen
|
Mengubah bahan mentah menjadi komponen dan pemakaian suku cadang dlm proses produksi komputer
|
komponen dan suku cadang yg Diharapkan |
| Tahap 1 | konversi, merakit, menyelesaikan |
chip, prosesor, komponen dasar lainnya.
|
| Tahap 2 | menguji dan menentukan kualitas |
board, komponen path tingkat yg lebih tinggi
|
| Langkah 4: pembuatan komputer |
perakitan akhir, pengepakan dan pengangkutan produk akhir
|
komputer yg lengkap |
| Langkah 5 : penggudangan
dan distribusi |
memindahkan produk ke lokasi pengecer dan ke gudang sesuai yg dibutuhkan |
pengangkutan dengan kereta, truk ala angkutan udara
|
| Langkah 6 : penjualan eceran | penjualan eceran | penerimaan kas |
| Langkah 7: pelayanan kepada | perbaikan | komputer yg sudah diperbaiki |
3. Analisis PEST
Analisis PEST merupakan analisis eksternal makro-lingkungan yang akan mempengaruhi semua perusahaan. PEST merupaka akronim untuk Politik, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi faktor eksternal makro-lingkungan. Disini ditambahkan 2 unsur lagi yaitu enviroment (lingkungan) dan law- and regulation (hukum dan regulasi).
4. Analisis CSF
analisis CSF ini diambil dari studi survey dan wawancara pada perusahaan yang meliputi manajemen dan proses pada perusahaan sehingga menghasilkan hasil seperti berikut :
Tuesday, September 29, 2015
Coret-coret bab 2
1. Perencanaan strategi SI/TI
Perencanaan strategis SI/TI menurut Ward dan Peppard (2002) menjelaskan komponen dari formulasi strategis dan kerangka perencanaan
meliputi masukan, keluaran dan aktifitas–aktifitas lainnya .
2. Value chain
2. Value chain
Analisa value chain (rantai nilai) porter bertujuan untuk meningkatkan
kinerja aktifitas-aktifitas bisnis dalam perusahaan serta meningkatkan nilai
tambah dari hubungan antar ektifitas tersebut (Pudjadi, dkk, 2007).
3. Metode analisis SWOT
3. Metode analisis SWOT
Secara konsep manajemen strategis dimulai dengan penyusaian
perusahaan terhadap lingkungan kepada kekuatan (Strength), kelemahan
(weaknesses), peluang (opportunities,) ancaman (threast) dari organisasi tersebut,
atau yang dikenal dengan analisis SWOT yaitu mengidentifikasikan faktor internal organisasi sebagai kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal
organisasi sebagai peluang dan ancaman (Nurhayati, 2009).
4. Metode PEST
Analisis PEST digunakan untuk menganalisa lingkungan luar yang mempengaruhi kegiatan bisnis dilihat dari aspek politik, ekonomi, sosial, dan teknologi (Sunarto dan Hasibuan, 2007)
Analisis PEST digunakan untuk menganalisa lingkungan luar yang mempengaruhi kegiatan bisnis dilihat dari aspek politik, ekonomi, sosial, dan teknologi (Sunarto dan Hasibuan, 2007)
Tuesday, September 15, 2015
Pentingnya Perencanaan Strategi SI/TI Bagi Organisasi
Hari saya membaca tentang artikel yang berjudul "Model Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penyiaran Televisi Dengan Pendekatan Blue Ocean Strategy dan Balanced Score Card".
Perencanaan strategis SI/TI mempelajari
pengaruh SI/TI terhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi organisasi dalam
memilih langkah-langkah strategis. Selain itu, perencanaan strategis SI/TI juga
menjelaskan berbagai tools, teknik, dan kerangka kerja bagi manajemen untuk
menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan
baru melalui penerapan teknologi yang inovatif.
Organisasi
merasa perlu merumuskan strategi untuk mengatasi permasalahan permasalahan
kritis yang sudah bisa dirasakan saat ini.Kebutuhan
disusunnya strategi sistem informasi atau teknologi informasi terlihat dari dampak
apabila suatu organisasi yang membutuhkan dukungan TI secara signifikan tidak
memiliki strategi tersebut. Implikasi yang
ditimbulkan dengan tidak adanya
perencanaan strategis SI/TI diantaranya sebagai berikut:- Investasi terhadap sistem tidak mendukung tujuan bisnis dari organisasi
- Hilangnya pengawasan atas SI/TI, menyebabkan individu-individu sering berusaha mencapai tujuan-tujuan yang bertentangan melalui SI/TI.
- Sistem tidak terintegrasi, hal ini juga akan mengakibatkan duplikasi sehingga data dan informasi tidak akurat.
- Tidak adanya tujuan yang jelas tentang pengaturan prioritas bagi proyek-proyek SI/TI dan rencana-rencana yang berubah secara instan menyebabkan menurunnya produktifitas.
- Kurang memadainya informasi untuk manajemen karena tidak tersedia, tidak konsisten, kurang akurat, atau informasi terlalu lama diperoleh.
- Kesalahpahaman antara pengguna dan tenaga TI sehingga mengakibatkan konflik dan ketidakpuasan.
- Strategi teknologi membingungkan dan membatasi dilakukannya pemilihan teknologi.
Gambar ini menunjukkan bahwa dengan adanya Perencanaan strategi SI/TI maka dapat membantu perusahaan atau organisasi untuk dapat lebih mengembangkan dan memajukan perusahaan dengan lebih baik lagi sehingga perusahaan dapat bekerja secara efisien.
Subscribe to:
Posts (Atom)