Wednesday, October 14, 2015

Latar Belakang

Alasan menulis ini di blog karena kemarin pas ketemu dengan dosen pembimbing di tanya apa alasan membuat topik TA ini? Maka dari itu di sini saya ingin menulis tentang latar belakang topik TA saya.


Bila dilihat dari segi perencanaan, pengelolaan, dan implementasi membutuhkan biaya yang mahal untuk menerapkan SI/TI sehingga perlu dilakukan perencanaan dan studi yang matang. Perencanaan strategis sistem informasi dan teknologi informasi yang tepat dapat mendukung rencana dan pengembangan bisnis perusahaan sehingga dapat memberikan competitive advantage dalam persaingan bisnis. Penerapan strategi SI/TI akan bermanfaat apabila selaras dengan strategi bisnis perusahaan yaitu sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan (Pratama, dkk, 2013). Ada tiga sasaran utama dari upaya penerapan SI/TI dalam suatu organisasi. Pertama, memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola informasi. Kedua, meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan. Ketiga, memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis (Ward and Peppard, 2002 dalam Wedhasmara, 2009 : p14).

Karena perusahaan peneliti ini merupakan perusahaan yang berorientasi pada laba, sehingga untuk dapat meraih laba semaksimal mungkin diperlukan pencapaian biaya produksi seminimal mungkin. Untuk itu, dibutuhkan perencanaan strategis serta prediksi-prediksi ke depannya agar perusahaan dapat meraih laba dan tujuan yang diinginkan, serta dapat bersaing secara sehat dengan perusahaan suplai bahan makanan lainnnya. Dan mengingat saat ini merupakan era globalisasi, di mana terjadi persaingan pasar besar dengan diiringi kemajuan teknologi yang berkembang cukup pesat.

Dari sebagian alasan di atas maka saya ingin membuat penulisan TA tentang perencanaan strategis SI/TI. 

Tuesday, October 6, 2015

Analisis - analisis


Beberapa teknik/metode analisis yang digunakan dalam perencanaan strategis sistem informasi dan teknologi informasi, mencakup analisis SWOT, analisis Value Chain, dan McFarlan’s Strategic Grid. Analisis ini dilakukan untuk membuat model Perencanaan Strategis Sistem Informasi yang sesuai bagi perusahaan khususnya unit bisnis distribusi. yang akan memberikan gambaran kepada  perusahaan mengenai sistem atau aplikasi yang sedang berjalan sekarang, langkah-langkah dan  prioritas pengembangan sistem informasi untuk mendukung strategi bisnis, dan rencana implementasi strategi sistem informasi termasuk didalamnya adalah portofolio aplikasi yang berfungsi untuk mengetahui kebutuhan teknologi  perusahaan.

Analisis - analisisnya :
1. Analisis SWOT
menentuka setiap kekuatan (Strength), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities,) ancaman (threast) pada perusahaandengan cara menganalisis perusahaan baik dengan cara pengamatan yang bersifat objektif maupun dengan kuisioner yang bersifat subjektif. Karena kadang apa yang dipandang sebagai kekuatan oleh manager lain memungkinkan menjadi sebuah pandangan kelemahan pada manager lainnya. 

2. Analisis Value Chain
Merupakan alat analisa statistik yang digunakan untuk memahami secara lebih baik terhadap keunggulan kompetitif, untuk mengidentifikasi dimana value pelanggan dapat tingkatkan / penurunan biaya dan untuk memahami secara lebih baik hubungan perusahaan dengan pemasok. Pelanggan dan perusahaan lain dalam industri. Analisa value chain berfokus pada total chain dan satu produk, mulai dari design produk sampai dengan pemanufakturan produk bahkan jasa setelah penjualan. Konsep-konsep yang mendasari analisys tersebut adalah bahwa perusahaan menempati bagian tertentu / beberapa bagian dan keseluruhan value chain. Aktivitas nilai (value) aktivitas yang hanus dilakukan dalam proses perolehan bahan dan mengubahnya menjadi produk akhir, termasuk pelayanan kepada pelanggan. Pengembangan value chain, berbeda-beda tergantung path jenis industri, contohnya dalam perusahaan Industri fokusnya terletak lebih pada operasi & advertensi serta promosi dibandingkan pada bahan mentah & proses pembuatan. Misalnya : Value chain pada industri pemanufakturan
Analisa value chain mempunyai 3 tahapan:
Tahap I : Mengidentifikasi aktivitas value chain
Tahap H : Mengidentifikasi cost driver pada setiap aktivitas nilai
Tahap HI : Mengembangkan keunggulan kompetitif dengan mengurangi biaya I menambah nilai. Pada tahap mi perusahaan barus melakukan hal-hal berikut :
mengidentiflkasi keunggulan kompetitif (cost leadership)
mengidéntifikasi peluang akan nilai tambah
mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya.
Value chain untuk industri pembuat computer
Langkah dim value chain aktivitas
output yg diharapkan dan aktivitas
Langkah 1: desain Riset dan pengembangan desain produk yang lengkap
Langkah 2 : memperoleh Bahan mentah penambangan, pengembangan dan penyulingan silicon, plastic. berbagai logam
Langkah 3: merakit bahan Menjadi komponen
Mengubah bahan mentah menjadi komponen dan pemakaian suku cadang dlm proses produksi komputer
komponen dan suku cadang yg Diharapkan
Tahap 1 konversi, merakit, menyelesaikan
chip, prosesor, komponen dasar lainnya.
Tahap 2 menguji dan menentukan kualitas
board, komponen path tingkat yg lebih tinggi
Langkah 4: pembuatan komputer
perakitan akhir, pengepakan dan pengangkutan produk akhir
komputer yg lengkap
Langkah 5 : penggudangan
dan distribusi
memindahkan produk ke lokasi pengecer dan ke gudang sesuai yg dibutuhkan
pengangkutan dengan kereta, truk ala angkutan udara
Langkah 6 : penjualan eceran penjualan eceran penerimaan kas
Langkah 7: pelayanan kepada perbaikan komputer yg sudah diperbaiki

 3. Analisis PEST
Analisis PEST merupakan analisis eksternal makro-lingkungan yang akan mempengaruhi semua perusahaan. PEST merupaka akronim untuk Politik, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi faktor eksternal makro-lingkungan. Disini ditambahkan 2 unsur lagi yaitu enviroment (lingkungan) dan law- and regulation (hukum dan regulasi). 

4. Analisis CSF
analisis CSF ini  diambil dari studi survey dan wawancara pada perusahaan yang meliputi manajemen dan proses pada perusahaan sehingga menghasilkan hasil seperti berikut :

Tuesday, September 29, 2015

Coret-coret bab 2

1. Perencanaan strategi SI/TI
Perencanaan strategis SI/TI menurut Ward dan Peppard (2002) menjelaskan komponen dari formulasi strategis dan kerangka perencanaan meliputi masukan, keluaran dan aktifitas–aktifitas lainnya .
2. Value chain
Analisa value chain (rantai nilai) porter bertujuan untuk meningkatkan kinerja aktifitas-aktifitas bisnis dalam perusahaan serta meningkatkan nilai tambah dari hubungan antar ektifitas tersebut (Pudjadi, dkk, 2007).
3.  Metode analisis SWOT
Secara konsep manajemen strategis dimulai dengan penyusaian perusahaan terhadap lingkungan kepada kekuatan (Strength), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities,) ancaman (threast) dari organisasi tersebut, atau yang dikenal dengan analisis SWOT yaitu mengidentifikasikan faktor  internal organisasi sebagai kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal organisasi sebagai peluang dan ancaman (Nurhayati, 2009).
 4. Metode PEST
Analisis PEST digunakan untuk menganalisa lingkungan luar yang mempengaruhi kegiatan bisnis dilihat dari aspek politik, ekonomi, sosial, dan teknologi (Sunarto dan Hasibuan, 2007)

Tuesday, September 15, 2015

Pentingnya Perencanaan Strategi SI/TI Bagi Organisasi

Hari saya membaca tentang artikel yang berjudul "Model Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penyiaran Televisi Dengan Pendekatan Blue Ocean Strategy dan Balanced Score Card".
Perencanaan strategis SI/TI mempelajari pengaruh SI/TI terhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi organisasi dalam memilih langkah-langkah strategis. Selain itu, perencanaan strategis SI/TI juga menjelaskan berbagai tools, teknik, dan kerangka kerja bagi manajemen untuk menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan baru melalui penerapan teknologi yang inovatif.
Organisasi merasa perlu merumuskan strategi untuk mengatasi permasalahan permasalahan kritis yang sudah bisa dirasakan saat ini.Kebutuhan disusunnya strategi sistem informasi atau teknologi informasi terlihat dari dampak apabila suatu organisasi yang membutuhkan dukungan TI secara signifikan tidak memiliki strategi tersebut. Implikasi yang ditimbulkan  dengan tidak adanya perencanaan strategis SI/TI diantaranya sebagai berikut:
- Investasi terhadap sistem tidak mendukung tujuan bisnis dari organisasi
- Hilangnya pengawasan atas SI/TI, menyebabkan individu-individu sering berusaha mencapai tujuan-tujuan yang bertentangan melalui SI/TI.
- Sistem tidak terintegrasi, hal ini juga akan mengakibatkan duplikasi sehingga data dan informasi tidak akurat.
- Tidak adanya tujuan yang jelas tentang pengaturan prioritas bagi proyek-proyek SI/TI dan rencana-rencana yang berubah secara instan menyebabkan menurunnya produktifitas.
- Kurang memadainya informasi untuk manajemen karena tidak tersedia, tidak konsisten, kurang akurat, atau informasi terlalu lama diperoleh.
- Kesalahpahaman antara pengguna dan tenaga TI sehingga mengakibatkan konflik dan ketidakpuasan.
- Strategi teknologi membingungkan dan membatasi dilakukannya pemilihan teknologi.


 Gambar ini menunjukkan bahwa dengan adanya Perencanaan strategi SI/TI maka dapat membantu perusahaan atau organisasi untuk dapat lebih mengembangkan dan memajukan perusahaan dengan lebih baik lagi sehingga perusahaan dapat bekerja secara efisien.